Jemima, until to be like this..

1993.

‘…… Nama-nama Buah, Joli-Joli Tingnong!’ kata Diana sambil melompat diatas tali karet. ‘ Apel.. Joli-Joli Tingnong..’ ujar Jemima melanjutkan lompatan Diana. Bruuukk..! Jemima pun terjatuh karena terlalu bersemangat melompat waktu itu. Jemima pun menangis. Jemima seorang anak perempuan berusia 4 tahun dan merupakan anak bungsu pada waktu itu. Jidatnya benjol dan berwarna biru persis seperti ikan Lohan. Ibu Jemima kemudian keluar rumah untuk melihat apa yang terjadi, dan kemudian menggendong Jemima agar berhenti menangis. Diusap-usapnya jidat Jemima dengan rambut Ibunya. Ibu sangat menyayangi Jemima.

 

1994.

‘….Aku punya adik baru dooongg…’ ujar Jemima sambil berlari-lari kecil menuju warung untuk membeli sabun cuci. Tetangga Jemima yang melihat kelakuan Jemima meledeknya dengan senyuman-senyuman yang menandakan mereka gemes dengan Jemima. Ya, Jemima sangat menyukai anak bayi mungkin dari waktu dia masih bayi! Jemima seorang anak perempuan pemalu yang selalu bersembunyi dibalik ketiak Ayahnya jika ada orang yang menyapa atau ingin mencubit pipinya. Pernah suatu hari Jemima menghilang, waktu itu Ibunya sibuk dengan kursus Salon dan Ayah sibuk bekerja. Tinggalah Jemima sendirian dirumah dengan Tantenya. Jemima tiba-tiba menghilang sampai Ayahnya memutuskan untuk melapor Polisi pada saat itu. Ibu sudah menangis dan nyaris pingsan merasa kehilangan Jemima. Akhirnya, pada sore hari datanglah seorang tukang Rujak Tumbuk (Rujak Bebeg) kerumah Jemima. ‘ Bu.. ini anaknya yaa?’ ujar tukang rujak. ‘ Ya Allah..iya Bang ini anak saya! Saya nyariin dari tadi, ketemu dimana?’ tanya Ibu. ‘ Dia dari tadi ngikutin saya jualan, saya diikutin sampe komplek sebelah..saya ga sadar dia ikutin saya, pas saya istirahat dia juga ikut istirahat..’ jelas  Abang Rujak. Ibu pun langsung teriak memanggil Ayah dan memeluk Jemima dengan erat. Jemima tampak kebingungan kenapa semua orang mendadak ramai dan memeluknya. Padahal yang ia tau, dia hanya penasaran dengan bentuk buah-buahan yang lucu-lucu didalam etalase gerobak Abang Rujak sehingga ia mengikuti si Abang Rujak!

 

1995.

Akhirnya pada tahun itu Jemima bersekolah TK. Jemima masuk sekolah tepat tanggal 01 November 1995. Ia sangat mengingat hari pertama di sekolah karena pada saat itu teman sekolahnya berulang tahun dan Jemima mempunyai teman-teman baru. Jemima bersekolah di TK itu hanya 6 bulan dikarenakan masa sekolah TK nya harus berakhir. Di TK, Jemima dikenal sebagai anak yang pendiam dan paling bongsor. Jemima juga cengeng dan polos. Pernah suatu hari, Ibu Guru Jemima kebingungan mencari Jemima yang menghilang setelah jam istirahat. Ibu Guru akhirnya memutuskan untuk kerumah Jemima untuk memastikan apakah Jemima ada di rumah. ‘ Assalamualaikum..’ sapa Bu Guru. ‘ Walaikumsalam..’ jawab Ibu Jemima. ‘ Bu..Jemima ada ga dirumah? Soalnya saya cari disekolah ga ada tuh..’ tanya Bu Guru cemas. Ibu tersenyum ‘ Tuh anak nya lagi asik nyusu sambil nonton kartun, katanya capek sekolah mulu makanya dia pulang..’ tawa Ibu Jemima.

 

1996.

Setelah membuat kesepakatan dengan Ayah dan Ibu, Jemima akhirnya pun sekolah SD. Dengan berbagai syarat dan peraturan yang telah ditetapkan Ayah. Peraturannya adalah:

  •  Tidak boleh malas sekolah
  • Kalo nilai di sekolah diatas 7, Ayah akan memberikan uang Rp. 500,- dan uang itu harus ditabung didalam celengan yang sudah Ayah belikan. (Setiap nilai diatas 7 selalu laporan dengan Ayah dan kemudian Ayah memberikan Jemima uang Rp. 500 dan Jemima memasukkan uang itu kedalam celengan
  •  Setiap sabtu malam, harus ikut kuis yang Ayah buat. Semacam kuis Cerdas Cermat dengan sendok sebagai belnya. Jemima dan Kakak-kakaknya mengikuti kuis itu dan Ayah berlaku sebagai host kuisnya. Kuis yang Ayah buat berhadiah dan hadiahnya Ayah sudah siapkan dan dibungkus rapih
  • Jemima harus mau mengikuti semua kegiatan yang Ayahnya mau seperti gabung dalam Tim Bulutangkis, dan harus mau menemani Ayahnya berenang hanya untuk dijadikan mainan Ayah.

Jemima tumbuh menjadi seorang anak perempuan yang pendiam namun kalo sudah berbicara kadang tidak mau berhenti. Jemima terkenal tomboy di SD pada waktu itu. Jemima yang cuek, memiliki banyak teman dan suka sekali main layangan itu sangat suka sekali Matematika dan Bahasa Inggris.

– To be continued –

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s